RENUNGKANLAH! BIARKAN NURANI ANDA BERBICARA DAN MENCERNA, JANGAN DULU MENCELA!
Dalam kerangka orang yang menolak keberadaan Tuhan dan konsisten dengan materialisme, tidak ada larangan objektif untuk membunuh ibu kandung sendiri. Bukan karena pelakunya kejam, tetapi karena dalam kerangka itu manusia hanyalah kumpulan atom, kesadaran hanyalah reaksi kimia, dan tindakan membunuh hanyalah perubahan konfigurasi materi. Atom tidak mengenal nilai, dan reaksi kimia tidak pernah salah atau benar. Jika realitas berhenti di sana, maka di antara pelaku dan korban tidak ada makna yang inheren... hanya proses fisik. Namun manusia tidak pernah hidup di level itu. Kata “ibu” tidak pernah dipahami hanya sebagai objek biologis. Secara biologi, ibu memang sekadar betina manusia yang melahirkan. Tetapi dalam pengalaman manusia, ibu adalah makna: pengorbanan, kasih, kewajiban, dan ikatan moral yang terasa mengikat bahkan ketika tidak diawasi siapa pun. Makna ini tidak bisa diturunkan dari atom, tidak muncul dari hukum fisika, dan tidak dapat direduksi menjadi reaksi kimia...