Posts

Showing posts from January, 2026

MBG, PPPK DAN GURU HONORER, NASIBMU KINI

Image
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang Banyak guru honorer mengeluh, merasa diperlakukan tidak adil oleh negara. Mereka mengabdi bertahun-tahun dengan berlinang air mata, begitu sulitnya diangkat menjadi pegawai PPPK. Sementara pegawai SPPG yang baru seumur jagung, begitu cepat diangkat sebagai ASN. Benarkah demikian? Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak! Di sebuah negeri yang gemar berpidato tentang masa depan, lahirlah sebuah program yang diperlakukan seperti anak mahkota kerajaan. Namanya Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia dikawal jenderal, dielus regulasi, dipamerkan ke luar negeri, dan disanjung sebagai fondasi generasi emas. Negara menunduk hormat padanya. Tapi jauh dari panggung megah itu, di ruang-ruang kelas yang catnya mengelupas, tragedi sunyi sedang berlangsung, tanpa kamera, tanpa karpet merah, tanpa tepuk tangan. Ada 4,21 juta guru di Indonesia pada tahun ajaran 2024/2025. Dari jumlah itu, sekitar 1,6 hingga 1,7 juta masih berstatus honorer. ...

Davos Bergetar oleh Pidato Prabowo Bertemakan Prabowonomics

Image
Davos Bergetar oleh Pidato Prabowo Bertemakan Prabowonomics Duduk yang rapi, siapkan Koptagul, pisang goreng juga boleh. Sebab, ini pidato presiden saya, presiden ente, presiden kita, Prabowo. Kali ini tak kaleng-kaleng ia pidato di WEF Davos Swiss. Simak narasinya dengam saksama, jangan nyengir ya. Davos, Swiss, biasanya cuma dikenal oleh tiga hal, dingin kejam, cokelat mahal, dan orang-orang super kaya yang bicara soal masa depan dunia. Tapi World Economic Forum 2026 berubah nada ketika Presiden Prabowo Subianto naik podium. Salju masih turun, suhu masih minus, tapi ruangan mendadak hangat oleh retorika. Setelan gelap. Dasi merah menyala. Aura jenderal senior yang sudah kenyang lapangan, kini naik kelas jadi orator global. Di hadapannya duduk sekitar 3.000 pemimpin dunia dari 130 negara, seperti presiden, perdana menteri, CEO raksasa, akademisi kelas dunia. Mereka diam. Bukan karena hormat saja, tapi karena Prabowo datang bukan membawa angka, melainkan narasi besar. Ia melempar istil...

RENUNGKANLAH! BIARKAN NURANI ANDA BERBICARA DAN MENCERNA, JANGAN DULU MENCELA!

Image
Dalam kerangka orang yang menolak keberadaan Tuhan dan konsisten dengan materialisme, tidak ada larangan objektif untuk membunuh ibu kandung sendiri. Bukan karena pelakunya kejam, tetapi karena dalam kerangka itu manusia hanyalah kumpulan atom, kesadaran hanyalah reaksi kimia, dan tindakan membunuh hanyalah perubahan konfigurasi materi. Atom tidak mengenal nilai, dan reaksi kimia tidak pernah salah atau benar. Jika realitas berhenti di sana, maka di antara pelaku dan korban tidak ada makna yang inheren... hanya proses fisik. Namun manusia tidak pernah hidup di level itu. Kata “ibu” tidak pernah dipahami hanya sebagai objek biologis. Secara biologi, ibu memang sekadar betina manusia yang melahirkan. Tetapi dalam pengalaman manusia, ibu adalah makna: pengorbanan, kasih, kewajiban, dan ikatan moral yang terasa mengikat bahkan ketika tidak diawasi siapa pun. Makna ini tidak bisa diturunkan dari atom, tidak muncul dari hukum fisika, dan tidak dapat direduksi menjadi reaksi kimia...